Sabtu, 01 Maret 2014

COMMUTER LINE DAN HATI YANG BERSABAR

     Pagi tadi sungguh luar biasa, disambut hujan nan memanjakan diri untuk tak beranjak dari empuknya tempat tidur. Harus melawannya untuk menunaikan tanggung jawab yang tak kalah pentingnya dengan kenyamanan tadi. Yap, kerja adalah sebuah tanggung jawab yang sekaligus menjadikan alasan saya berada di Jawa Barat tepatnya Jakarta. Sebelumnya telah lama menetap di Bekasi, alhamdulillah dipindah tugaskan ke daerah Jatinegara Jakarta Timur. 
     Berbagai hal suka dan duka mengiringi kepindahanku kali ini.
Berpisah dengan rekan-rekan kerja di tempat yang lama dan orang-orang sekitar yang sudah mulai mengenalnya adalah sedikit dukanya dan masih banyak yang lainnya.
Hari demi hari mulai beradaptasi dengan keadaan di sekitar. Salah satunya adalah commuter line. Yap, salah satu transportasi darat yang paling banyak passenger nya. Hehe, kayak pemintas komunikasi saja semisal Yah*o messenger, b* messenger dll.
Seumur-umur belum pernah naik kereta, pertama kali naik kereta langsung dengan ini alat transportasinya. Sungguh menyenangkan karena bisa belajar dan merasakan perkembangan transportasi yang selama ini baru bisa membayangkan berada di dalamnya. Pertama kali saya menggunakan jasa transportasi ini, tiket perjalanan sungguh sangat terjangkau Rp 3.500,00 untuk perjalanan jauh maupun dekat. Namun seiring perkembangan waktu telah ditemukan solusi yang lebih efektif oleh pihak pengelola. Tiket yang dulunya berupa selembar kertas sobek, sekarang telah menjadi kartu perjalanan mirip KTP. Dimana ada yang satu kali pakai dan ada yang di isi saldo untuk beberapa kali perjalanan. Sebelum masuk ke peron, kita diwajibkan menempelkan kartu perjalanan kita ke alat pendeteksi masa berlakunya kartu perjalanan.


Gerbang masuk tiket Commuter Line

     Berangkat dari stasiun Kranji atau stasiun Bekasi kerap saya lakukan tergantung dari cuaca dan waktu selesai persiapan berangkat. Saat itu turun hujan jadi saya berangkat dari stasiun Bekasi karena jaraknya yang lebih dekat dan tidak terjebak macet dibandingkan ke arah stasiun Kranji dari tempatku menetap.
     Sesampainya di stasiun Bekasi, luar biasa banyaknya calon penumpang yang telah mengantri pembelian tiket perjalanan harian maupun isi ulang. O iya, hari ini adalah Senin pantas padat sekali antriannya. Sebab khusus hari Senin memang terkenal padatnya penumpang yang menggunakan jasa transportasi ini dibandingkan hari-hari yang lainnya. Akhirnya setelah 30 menit mengantri, tibalah giliran saya untuk membeli tiket perjalanan harian. Bergegas masuk ke peron berharap langsung naik ke Commuter Line jadwal keberangkatan 10 menitan lagi. 
    Terlihat banyak penumpang yang telah bersiap-siap di pinggir batas garis aman peron 3 untuk tujuan Jakarta Kota. Saya ikut menunggu di barisan paling belakang, tak lama kemudian keretapun tiba. Sambil sedikit berebutan masuk ke dalam kereta, akhirnya kebagian juga tempat meskipun sambil berdiri dan berdesak-desakkan.

 
Penumpang yang saling berbagi tempat

     Lima menit pertama berada di dalam kereta rasanya ingin segera lekas keluar sampai stasiun tujuan sebab dorongan dan pegalnya menahan desakkan di sekitarnya. Sesaat kereta mau berangkat tiba-tiba AC dan lampunya mati, disusul pemberitahuan dari masinis kereta bahwa kereta mengalami gangguan dan terpaksa tidak bisa melakukan perjalanan. Betapa kecewanya kami yang telah berpuluh-puluh menit menunggu tiba-tiba kereta tidak jadi diberangkatkan karena gangguan teknis. Beruntung penumpang yang tidak kalah banyaknya dari commuter line jalur 3 yaitu comuter line jalur 2 yang sebenarnya diberangkatkan 10 menit setelah commuter line yang  mengalami gangguan teknis tadi.
    Serentak mengutarakan kekecewaannya dengan keluar dari gerbong ada yang sambil menggedor dinding gerbong, sambil sedikit mencela, ada yang memutuskan pulang ke rumah karena hari yang sudah mulai siang, ada yang tetap menunggu di dalam gerbong. Dengan sabar kami keluar menuju peron 2 untuk menunggu kereta selanjutnya, namun harus berjalan pelan-pelan karena padatnya barisan penumpang yang begitu banyaknya tak selesai terhitung dengan jari saya. Hehe...
 
Penumpang keluar dari gerbong peron 3 menuju gerbong peron 2

    Waktu menunjukkan pukul 08:30, setelah berpindah ke peron 2 terlihat berkurangnya penumpang commuter line yang tadinya terlihat berdesak-desakkan. Terdengar pemberitahuan akan segera berangkat keretanya, bergegas menempati gerbong-gerbong yang lumayan lega dibandingkan sewaktu berada di dalam gerbong kereta peron 3 tadi.

 
Bersiap berangkat menuju stasiun tujuan

     Stasiun Jatinegara adalah tujuan saya setiap harinya. Melewati lima stasiun (Kranji,Cakung,Klender Baru,Buaran,Klender) di tempuh dalam waktu kurang lebih 20 menitan apabila tidak terjadi gangguan dan antrian di saat mau memasuki stasiun di depannya.
     Tepat pukul 09:00 sampailah di stasiun Jatinegara. Keluar menuju pintu pendeteksi masa berlakunya kartu perjalanan seperti disaat kita masuk sebelum melakukan perjalanan tadi.
Sungguh membantu banyak orang transportasi commuter line ini walaupun terkadang terdapat gangguan dan jadwal pemberangkatan yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. Tetap bersabar untuk kepentingan kita bersama. Nice

Sabtu, 20 April 2013

Shop & Drive

Alhamdulillah telah dibuka Shop&Drive Jatinegara pada tanggal 8 April 2013.

Jl. Jatinegara Timur No.47 B Balimester, Jakarta Timur

Telp. (021) 8508889

 
Shop&Drive adalah anak cabang perusahaan Astra Otoparts Tbk yang bergerak dibidang Retail Operation khususnya spare part kendaraan bermotor. Berikut adalah nilai-nilai dasar (Corporate Values) :
1. Trustworthy > produk dan servis yang diberikan adalah produk yang terpercaya dan terjamin, baik dari segi kualitas maupun nilainya (price of values).
2. Personalized > pelayanan yang sangat memperhatikan kedekatan dengan pelanggan secara personal.
3. Uniformity of service > keseragaman atas kebijakan, sistem, pelayanan, serta jasa/servis dan produk yang diberikan kepada pelanggan.
4. Quick&reliable > pelayanan yang cepat sekaligus handal (teruji) adalah dua hal yang tidak terpisahkan demi kepuasan pelanggan.
5. Green company > perusahaan yang ramah terhadap lingkungan adalah kesadaran yang harus terwujud secara nyata.
Shop&drive menyediakan layanan penggantian AKI, OLI & SHOCK BREAKER yang telah bekerja sama dengan beberapan supplier diantaranya :
1. Oli : Shell Helix, Mobile 1,Shell Astra, Total,Repsol,Castrol,Motul,Pertamina,TGMO dll.
2. Aki : GS Astra,Rocket,Varta dll.
3. Shock breaker : KAYABA, genuine product dll
4. Accesories : wiper Helios,Aspira&Denso,radiator coolant, power steering fluid, brake fluid, oil filter&air filter.
Shop&Drive telah mendirikan beberapa cabang yang meliputi Jawa Tengah,Jawa Barat,Jawa Timur, Bali, Sumatra dan Kalimantan. Semakin berkembangnya kebutuhan spare part bagi industri otomotif di negara kita ini maka semakin bertambah pula cabang-cabang Shop&drive yang nantinya didirikan.
Layanan yang sekarang telah di jalankan seperti Battery Home Delivery, telp. 500015 anda berada dimana kami akan antar untuk pemesanan Aki nya.
Untuk informasi product dapat berubah sewaktu-waktu.

Minggu, 30 Desember 2012

Laba-laba: Sang Insinyur Ahli


HARUN YAHYA

Setiap orang telah menjumpai makhluk mungil yang disebut laba-laba berkali-kali dalam hidupnya, baik di rumah, di pedesaan, atau di kebun. Tapi, makhluk kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja, padahal ia adalah salah satu wujud kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu mengamati laba-laba ini sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan ini.
Benang yang Lebih Kuat dari Baja
Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.
Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.
Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara ini membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.
Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.
Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
Ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.
Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.
Dinopsis: Sang Ahli Pembuat Perangkap
Orang umumnya berpikir bahwa laba-laba adalah makhluk yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsa. Namun, spesies yang disebut Dinopis ini tidak menunggu mangsanya terperangkap dalam jaring, tapi ia membuat perangkap bergerak. Ia membuat benang khusus dengan membuat dua ratus gulungan per menitnya. Ia lalu merangkaikan benang-benang ini dengan mengikuti suatu pola yang cerdas. Dengan cara ini, sebuah perangkap mematikan pun kini telah siap.
Ia menunggu di tempat yang sering dilalui serangga untuk menyergapnya. Matanya yang tajam mampu melihat gerakan paling lemah sekalipun. Ia lalu membungkus mangsanya dalam jerat khusus. Laba-laba menangkap lebih dari satu mangsa dalam semalam, dan menganyam jaring yang berbeda untuk setiap mangsa. Jaring ini sungguh merupakan keajaiban desain. Mangsa yang tertangkap tidak berkesempatan untuk lolos.
Laba-laba Dinopsis yang baru lahir telah mampu menganyam jaring mungil. Bayi laba-laba ini sudah menjadi insinyur semenjak ia lahir ke dunia. Kehadiran sejumlah laba-laba muda di tempat sempit dapat menimbulkan sedikit masalah, namun pada akhirnya, segalanya mulai membaik. Bayi laba-laba ini akan segera meninggalkan induk mereka untuk membangun sarang mereka sendiri.
Bolas: Sang Ahli Kimia
Metode berburu Bolas adalah satu lagi keajaiban penciptaan. Laba-laba ini menggunakan metode yang unik untuk menarik perhatian mangsanya, yakni ngengat jantan. Ia pun membuat benang yang lebih kuat dari baja dalam tubuhnya. Benang ini terbungkus oleh butiran-butiran lengket.
Ia mengulurkan benangnya dari sebuah pohon layaknya tangkai pancing, melemparkan tali pancing lalu menunggu dengan sabar, persis seperti pemancing. Laba-laba ini memiliki tipuan cerdik untuk menarik perhatian mangsanya. Ngengat betina mengeluarkan hormon feromon untuk menarik ngengat jantan kepadanya. Laba-laba meniru memproduksi aroma ini dan meletakkannya di bagian ujung perangkap.
Ngengat jantan tergoda mendekati perangkap tersebut. Ketika ngengat mendekat, laba-laba segera menggerakkan benang layaknya sebuah jerat. Dengan rangcangan perangkap ini, ia berhasil menangkap mangsanya.

Feromon memiliki formula kimia yang khas, dan hanya ditemukan pada ngengat betina. Kita harus melewati serangkaian tahapan percobaan dalam laboratorium kimia modern jika ingin membuat bahan kimia yang sama.
Jika kita beranggapan bahwa laba-laba menggunakan kecerdasannya sendiri untuk membuat hormon ini, maka ia harus mengikuti tahapan yang sama. Pertama, ia harus mendapatkan ngengat betina dan belajar bagaimana sang betina ini menarik perhatian ngengat jantan. Lalu ia harus mengambil sampel feromon dari ngengat betina. Ia harus mempelajarinya, dan melakukan berbagai uji laboratorium terhadap formula kimia yang ia temukan. Kemudian ia harus melekatkan zat kimia yang dibuatnya pada ujung tali jeratnya. Namun, laba-laba mungil ini tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, apalagi keahlian dan laboratorium kimia.
Jadi, bagaimana laba-laba ini mampu meniru membuat feromon, layaknya seorang ahli kimia? Bagaimana ia berpikir untuk menempelkannya diujung benangnya? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantarkan kita pada kebenaran yang nyata. Zat kimia feromon, ngengat betina yang memproduksinya dan laba-laba yang menggunakannya untuk berburu, kesemuanya diciptakan oleh Allah. Contoh ini, sekali lagi menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah, Penguasa seluruh alam, dan semua makhluk hidup di dalamnya.
Laba-laba muda Bolas telah mampu membuat tali jeratnya yang pertama kali. Laba-laba ini bahkan lebih kecil dari ujung jari Anda, dan jeratnya lebih kecil dari kepala jarum.

Trapdoor: Si Ahli Pembuat Sensor
Satu spesies lain yang menggunakan teknik sangat cerdas untuk menangkap mangsanya adalah Trapdoor. Berbeda dengan laba-laba lain yang menggunakan jaring, spesies ini menyerang dari dalam tanah. Mula-mula ia menggali liang dalam tanah, kemudian membuat penutup melingkar untuk sarangnya dengan menggunakan benang dan tanah. Ia menempelkan salah satu tepi penutup ini ke tanah seperti engsel. Ia merentangkan benang-benang ke arah luar dari sarangnya, lalu menyamarkan benang dan pintu masuk ke sarang dengan tanah atau dedaunan. Sistem ini menjadikannya mampu merasakan getaran paling lemah di luar sarangnya, dan langsung menyergap sumber getaran tersebut.
Perangkap yang telah selesai dibuat, dan telah siap digunakan, sama sekali tersamarkan. Dengan demikian, serangga yang mendekatinya tidak merasa curiga, hingga akhirnya ia menjadi mangsa bagi laba-laba. Tapi, bagaimana laba-laba yang tak mampu berpikir dan bernalar, memiliki ide untuk membuat perangkap, dan kemudian menempatkan sensor sensitif di bagian luarnya. Siapakah yang mengajarinya menyembunyikan sarang dengan menyamarkannya seperti bunga di atas tanah? Dan yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa setiap laba-laba yang lahir mengetahui teknik berburu dari jenisnya.
Tak diragukan lagi, ini adalah bukti bahwa laba-laba diberi ilham agar dapat membuat jaring dan membangun perangkap. Dialah Allah, Tuhan Seluruh Alam, yang menciptakan makhluk-makhluk ini dengan perilaku mereka yang mengagumkan, dan mengilhami mereka tentang apa yang mereka kerjakan.


Minggu, 23 Desember 2012

Hati Yang Terindah

assalamualaikum...
Hati pun mampu berbicara seketika kita sedang berada dalam situasi yang mengesankan. Dimana semua relung kehampaan menerpa betapa besar kerinduan ini akan karunia Mu yang tiada tara. Teman seakan menjadi musuh di dalam benak kita sendiri, padahal dia hendak membangunkan diri ini dari termenungnya jarum pikiran yang mulai merapuh. Tiada kata selain kata maaf yang nantinya terucap setelah mereka pergi untuk selamanya. Tapi sebelum itu semua terjadi, diri kita yang sangat membutuhkan rasa kasih sayang ini harus berani membangunkan pikiran yang telah terbalus selimut hangat berupa ego yang sudah meluap kepanasan. Keputusan di awal tak selamanya menentukan hasil akhir dari semua kejadian yang akan kita alami kedepannya. Jadi marilah kita benahi diri kita dengan mencoba sepenuh rasa mewujudkan 'hati yang terindah'...
wassalamualaikum... 

Rabu, 07 November 2012

Keutamaan Menyebarkan Salam

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh...
Sebagai ajaran Rabbani Islam memang lengkap dan sempurna. Islam mengatur segenap urusan kehidupan manusia dari perkara yang paling kecil hingga perkara yang paling besar. Dari urusan yang bersifat individual sampai urusan yang bersifat sosial. Salah satu tuntunan Islam ialah perkara bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim lainnya. Nabi Muhammad SAW mencontohkan bahwa bila seorang Muslim  berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu'Alaikum warahmatullah wabarakatuh, artinya salam damai untukmu dan semoga rahmat dan keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah....!Begitu indahnya tegur sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman. Bahkan dalam suatu kesempatan Nabi SAW menggambarkan tindakan mengucapkan salam sebagai bentuk ajaran Islam yang lebih baik. Menebar salam disetarakan dengan memberi makanan kepada orang yang dalam kesusahan. "Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam: " Manakah ajaran Islam yang lebih baik?" Rasul shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak" (HR Bukhari)Dalam hadits yang lain nabi shollallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan korelasi antara mengucapkan  salam dengan saling mencinta antara satu Muslim dengan Muslim yang lainnya. Kemudian korelasi antara saling mencintai dengan keimanan. Kemudian akhirnya korelasi antara beriman dengan izin dari Allah untuk masuk surga, negeri keabadian yang penuh dengan kesenangan abadi. 'Berkata Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bersabda Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: "Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa)." (HR Muslim)dengan kata lain Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. bila atmosfir saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan, maka kemungkinan masuk surga-pun menjadi kecil.Saudaraku, marilah kita berlomba untuk masuk surga dengan jalan senantiasa menebar salam satu sama lain di antara sesama kaum muslimin. Sungguh sederhana, namun sebagian dari kita enggan melakukannya. Padahal akibat yang ditimbulkannya menjadi idaman setiap Muslim : Masuk Surga...!Bukankah ini bentuk kompetisi satu-satunya yang dibenarkan Allah untuk diperebutkan di antara sesama Muslim? "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa," (QS Ali Imron ayat 133)

"CAHAYA ISLAM"