Berbagai hal suka dan duka mengiringi kepindahanku kali ini.
Berpisah dengan rekan-rekan kerja di tempat yang lama dan orang-orang sekitar yang sudah mulai mengenalnya adalah sedikit dukanya dan masih banyak yang lainnya.
Hari demi hari mulai beradaptasi dengan keadaan di sekitar. Salah satunya adalah commuter line. Yap, salah satu transportasi darat yang paling banyak passenger nya. Hehe, kayak pemintas komunikasi saja semisal Yah*o messenger, b* messenger dll.
Seumur-umur belum pernah naik kereta, pertama kali naik kereta langsung dengan ini alat transportasinya. Sungguh menyenangkan karena bisa belajar dan merasakan perkembangan transportasi yang selama ini baru bisa membayangkan berada di dalamnya. Pertama kali saya menggunakan jasa transportasi ini, tiket perjalanan sungguh sangat terjangkau Rp 3.500,00 untuk perjalanan jauh maupun dekat. Namun seiring perkembangan waktu telah ditemukan solusi yang lebih efektif oleh pihak pengelola. Tiket yang dulunya berupa selembar kertas sobek, sekarang telah menjadi kartu perjalanan mirip KTP. Dimana ada yang satu kali pakai dan ada yang di isi saldo untuk beberapa kali perjalanan. Sebelum masuk ke peron, kita diwajibkan menempelkan kartu perjalanan kita ke alat pendeteksi masa berlakunya kartu perjalanan.
Gerbang masuk tiket Commuter Line
Berangkat dari stasiun Kranji atau stasiun Bekasi kerap saya lakukan tergantung dari cuaca dan waktu selesai persiapan berangkat. Saat itu turun hujan jadi saya berangkat dari stasiun Bekasi karena jaraknya yang lebih dekat dan tidak terjebak macet dibandingkan ke arah stasiun Kranji dari tempatku menetap.
Sesampainya di stasiun Bekasi, luar biasa banyaknya calon penumpang yang telah mengantri pembelian tiket perjalanan harian maupun isi ulang. O iya, hari ini adalah Senin pantas padat sekali antriannya. Sebab khusus hari Senin memang terkenal padatnya penumpang yang menggunakan jasa transportasi ini dibandingkan hari-hari yang lainnya. Akhirnya setelah 30 menit mengantri, tibalah giliran saya untuk membeli tiket perjalanan harian. Bergegas masuk ke peron berharap langsung naik ke Commuter Line jadwal keberangkatan 10 menitan lagi.
Terlihat banyak penumpang yang telah bersiap-siap di pinggir batas garis aman peron 3 untuk tujuan Jakarta Kota. Saya ikut menunggu di barisan paling belakang, tak lama kemudian keretapun tiba. Sambil sedikit berebutan masuk ke dalam kereta, akhirnya kebagian juga tempat meskipun sambil berdiri dan berdesak-desakkan.
Penumpang yang saling berbagi tempat
Lima menit pertama berada di dalam kereta rasanya ingin segera lekas keluar sampai stasiun tujuan sebab dorongan dan pegalnya menahan desakkan di sekitarnya. Sesaat kereta mau berangkat tiba-tiba AC dan lampunya mati, disusul pemberitahuan dari masinis kereta bahwa kereta mengalami gangguan dan terpaksa tidak bisa melakukan perjalanan. Betapa kecewanya kami yang telah berpuluh-puluh menit menunggu tiba-tiba kereta tidak jadi diberangkatkan karena gangguan teknis. Beruntung penumpang yang tidak kalah banyaknya dari commuter line jalur 3 yaitu comuter line jalur 2 yang sebenarnya diberangkatkan 10 menit setelah commuter line yang mengalami gangguan teknis tadi.
Serentak mengutarakan kekecewaannya dengan keluar dari gerbong ada yang sambil menggedor dinding gerbong, sambil sedikit mencela, ada yang memutuskan pulang ke rumah karena hari yang sudah mulai siang, ada yang tetap menunggu di dalam gerbong. Dengan sabar kami keluar menuju peron 2 untuk menunggu kereta selanjutnya, namun harus berjalan pelan-pelan karena padatnya barisan penumpang yang begitu banyaknya tak selesai terhitung dengan jari saya. Hehe...
Penumpang keluar dari gerbong peron 3 menuju gerbong peron 2
Waktu menunjukkan pukul 08:30, setelah berpindah ke peron 2 terlihat berkurangnya penumpang commuter line yang tadinya terlihat berdesak-desakkan. Terdengar pemberitahuan akan segera berangkat keretanya, bergegas menempati gerbong-gerbong yang lumayan lega dibandingkan sewaktu berada di dalam gerbong kereta peron 3 tadi.
Bersiap berangkat menuju stasiun tujuan
Stasiun Jatinegara adalah tujuan saya setiap harinya. Melewati lima stasiun (Kranji,Cakung,Klender Baru,Buaran,Klender) di tempuh dalam waktu kurang lebih 20 menitan apabila tidak terjadi gangguan dan antrian di saat mau memasuki stasiun di depannya.
Tepat pukul 09:00 sampailah di stasiun Jatinegara. Keluar menuju pintu pendeteksi masa berlakunya kartu perjalanan seperti disaat kita masuk sebelum melakukan perjalanan tadi.
Sungguh membantu banyak orang transportasi commuter line ini walaupun terkadang terdapat gangguan dan jadwal pemberangkatan yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. Tetap bersabar untuk kepentingan kita bersama. Nice